Live Instagram :
@kawanrama (Dosen Ilmu
Komunikasi UIN Sunan Kalijaga) &
@anggiehutagalung (Ex-Brand & Creative Manager AirAsia, Ex-sr Brand Manager Citylink, dsb)
Hidup
selalu penuh dengan kreativitas dan kreativitas itu selalu ada dalam kehidupan
kita. Di era digital seperti saat ini, kreativitas dalam brand semakin mudah
dan cepat. Pada brand-brand besar sekalipun proses atau tahap yang paling
penting pertama kali adalah tentang data. Data sangat penting untuk mengetahui
seperti apa customer kita. Nantinya dari data tersebut akan diramu untuk
membuat strategi, kemudian untuk dibuat brand messages atau brand image. Dari
sini barulah dimulai yang namanya proses kreatif. Brand communication (Tone and
Manner) akan keluar di bagian ini. Brand itu harus bisa dinamis dan fleksibel
tidak berusaha untuk menjaring semua market tetapi harus tahu ketika berbicara
dengan siapa dapat menyesuaikan, don’t be stranger among the crowd, harus bisa
blend in. Mas anggi percaya pada akhirnya brand itu menjadi “don’t be a brand, be
a friend”. Hal ini akan memudahkan persuasif dan kepercayaan. How to
communicate dalam brand besar tentu ada creative challengenya karena Brand itu
memiliki fase dan harus dijalankan mulai dari awal. Customer selalu
memposisikan untuk sestau yang dipakai dengan dirinya sendiri atau merefleksikan dengan
dirnya sendiri dan brand harus pintar-pintar membaca situasi itu. Tantangan
memegang brand sendiri atau brand lokal tentu berbeda dengan brand internasional,
beda skala. Dalam hal platform takeover pun tetap harus diperhatikan siapa orangnya karena dia akan menjadi perpanjangan lidah dari brand kita.
Seperti
AirAsia sebagai brand besar yang bisa top and down. AirAisa awalnya memberikan
harga murah sebagai pengenalan awal kepada orang-orang sebelum mengalami
accident tetapi kemduian AirAsia bangkit dari menemukan insight dari digital. Karena
brand sebenarnya kumpulan inspirasi/aspirasi customer. Brand besar sekalipun
tetap melakukan FGD (Focus Group Discussion) untuk mengukur lever brand itu sudah sampai atau sudah sejauh mana. Dalam brand
ataupun di commercial art tidak boleh egois dan harus mendengarkan customer untuk
kemudian di petakan untuk mengembangkan brand kita. Dalam memulai merintis
sebuah brand semula diawali dengan mindset harus punya strategic thinking harus
tahu produk/brand kita adjektifnya buat siapa dan dimana. Brand basicnya harus
berani exlore dengan tidak meninggalkan brand soul nya.
Tips dari Mas Anggie untuk kita yang ingin memulai merintis suatu hal pertama semua
harus didasari dengan passion, belajar berfikir secara strategic (strategic
thinking), perluas wawasan. Dan terakhir Mas Anggie berbicara bahwa ketika kita bicara mengenai kreativitas dan commercial art, originality is a good thing, selling is another thing.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar