Jumat, 15 Mei 2020

KREATIVITAS ITU JALAN-JALAN


Live Instagram :
@kawanrama (Dosen Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga) &
@anggiehutagalung (Ex-Brand & Creative Manager AirAsia, Ex-sr Brand Manager Citylink, dsb)


Hidup selalu penuh dengan kreativitas dan kreativitas itu selalu ada dalam kehidupan kita. Di era digital seperti saat ini, kreativitas dalam brand semakin mudah dan cepat. Pada brand-brand besar sekalipun proses atau tahap yang paling penting pertama kali adalah tentang data. Data sangat penting untuk mengetahui seperti apa customer kita. Nantinya dari data tersebut akan diramu untuk membuat strategi, kemudian untuk dibuat brand messages atau brand image. Dari sini barulah dimulai yang namanya proses kreatif. Brand communication (Tone and Manner) akan keluar di bagian ini. Brand itu harus bisa dinamis dan fleksibel tidak berusaha untuk menjaring semua market tetapi harus tahu ketika berbicara dengan siapa dapat menyesuaikan, don’t be stranger among the crowd, harus bisa blend in. Mas anggi percaya pada akhirnya brand itu menjadi “don’t be a brand, be a friend”. Hal ini akan memudahkan persuasif dan kepercayaan. How to communicate dalam brand besar tentu ada creative challengenya karena Brand itu memiliki fase dan harus dijalankan mulai dari awal. Customer selalu memposisikan untuk sestau yang dipakai dengan dirinya sendiri atau merefleksikan dengan dirnya sendiri dan brand harus pintar-pintar membaca situasi itu. Tantangan memegang brand sendiri atau brand lokal tentu berbeda dengan brand internasional, beda skala. Dalam hal platform takeover pun tetap harus diperhatikan siapa orangnya karena dia akan menjadi perpanjangan lidah dari brand kita.
Seperti AirAsia sebagai brand besar yang bisa top and down. AirAisa awalnya memberikan harga murah sebagai pengenalan awal kepada orang-orang sebelum mengalami accident tetapi kemduian AirAsia bangkit dari menemukan insight dari digital. Karena brand sebenarnya kumpulan inspirasi/aspirasi customer. Brand besar sekalipun tetap melakukan FGD (Focus Group Discussion) untuk mengukur lever brand itu sudah sampai atau sudah sejauh mana. Dalam brand ataupun di commercial art tidak boleh egois dan harus mendengarkan customer untuk kemudian di petakan untuk mengembangkan brand kita. Dalam memulai merintis sebuah brand semula diawali dengan mindset harus punya strategic thinking harus tahu produk/brand kita adjektifnya buat siapa dan dimana. Brand basicnya harus berani exlore dengan tidak meninggalkan brand soul nya.
Tips dari Mas Anggie untuk kita yang ingin memulai merintis suatu hal pertama semua harus didasari dengan passion, belajar berfikir secara strategic (strategic thinking), perluas wawasan.  Dan terakhir Mas Anggie berbicara bahwa ketika kita bicara mengenai kreativitas dan commercial artoriginality is a good thingselling is another thing.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar